Sesuai dengan yang disampaikan pada tulisan sebelum ini, tanggal 17 Agustus lalu Playstation menanyangkan video State of Play khusus membahas Phantom Blade Zero. Dan sesuai dengan informasi awal, ada nama besar di balik usaha tersebut. Yaitu Donnie Yen.
Bintang film Ip Man, Rogue One: A Star Wars Story, hingga John Wick: Chapter 4 ini ternyata bukan sekadar aktor yang muncul sebagai karakter di Phantom Blade Zero. Donnie Yen sudah terlibat dalam pengembangan game ini sejak 2023 sebagai creative consultant. Membantu S-GAME menghadirkan pengalaman kung fu yang terasa autentik.
Keterlibatannya kembali menjadi sorotan dalam State of Play terbaru. Ketika S-GAME memperlihatkan lebih banyak mengenai combat, dunia Wulin, serta karakter Mó Yuan yang diperankan oleh Donnie Yen.
Donnie Yen Ikut Membentuk Combat Phantom Blade Zero
Ada alasan mengapa gerakan karakter dalam Phantom Blade Zero terlihat seperti potongan adegan film kung fu yang bisa dimainkan.
S-GAME menjelaskan bahwa Donnie Yen membawa pengalaman panjangnya di dunia bela diri dan film aksi untuk membantu desain combat. Ia bahkan bekerja bersama timnya untuk memberikan referensi gerakan dan koreografi yang kemudian diterjemahkan ke dalam sistem pertarungan game.
Jadi, ketika kamu melihat Soul berpindah dari satu serangan ke serangan lain. Dengan gerakan yang sangat cepat, melakukan counter, berganti senjata. Sampai menghasilkan finisher yang terasa sinematik, semuanya bukan sekadar dibuat supaya terlihat keren.
Ada usaha untuk membuatnya terasa seperti kung fu yang benar-benar hidup di dalam game.
Hal ini juga sejalan dengan pendekatan S-GAME terhadap Phantom Blade Zero. Game ini memang mengambil inspirasi kuat dari wuxia. Tetapi kemudian mencampurnya dengan elemen yang lebih modern dan liar. Hingga sang developer menyebut gaya tersebut sebagai “kungfupunk”.
Dalam video tersebut Donni Yen menyatakan hal serupa.
“Rooted in the traditions of Chinese martial arts, Phantom Blade Zero embraces bold imaginations and distinct cultural elements to create a new aesthetic we call Kung Fu Punk. – Berakar dari tradisi seni bela diri China, Phantom Blade Zero menggabungkan imajinasi yang berani dan elemen budaya yang khas untuk menciptakan estetika baru yang kami sebut Kung Fu Punk.”
Wuxia yang Tidak Sekadar Jadi Latar
Yang menarik, State of Play memperlihatkan bahwa wuxia dalam Phantom Blade Zero bukan hanya soal karakter yang menggunakan pedang atau dunia China kuno.
Wuxia menjadi bagian dari cara game ini bercerita dan mendesain pertarungan.
Dunia Wulin yang diperlihatkan terasa seperti tempat yang penuh konflik antarfaksi, pendekar, pembunuh, dan karakter dengan kepentingannya masing-masing. Sementara itu, combat dirancang supaya pertempuran terasa cepat, agresif, dan penuh gerakan yang biasanya kamu lihat dalam film bela diri.
Itulah yang membuat Phantom Blade Zero sedikit berbeda dari action RPG yang hanya menggunakan budaya China sebagai kosmetik.
Game ini justru mencoba menjadikan bahasa bela diri sebagai bagian dari gameplay.
Bahkan desain senjatanya pun dibuat dengan identitas masing-masing. Alih-alih sekadar mengganti statistik damage, setiap senjata memiliki mekanisme dan gaya penggunaan yang berbeda sehingga karakteristik senjata tersebut ikut terasa ketika digunakan dalam pertarungan.
Donnie Yen Juga Memerankan Ayah Soul
Keterlibatan Donnie Yen ternyata tidak berhenti di balik layar.
Ia juga memerankan Mó Yuan, ayah dari protagonis Soul, melalui facial capture dan motion capture.
Karakter ini sendiri sudah beberapa kali mencuri perhatian sejak materi promosi terbaru Phantom Blade Zero. Dalam trailer sebelumnya, Mó Yuan diperlihatkan bertarung sambil membawa seorang bayi, sebuah adegan yang langsung terasa seperti koreografi film wuxia yang dibuat dengan skala blockbuster.
Kehadiran Donnie Yen akhirnya terasa masuk akal bukan hanya karena namanya besar, tetapi karena karakter yang ia mainkan memang berada di dalam dunia bela diri yang menjadi inti Phantom Blade Zero.
Dengan kata lain, S-GAME tidak hanya meminjam wajah Donnie Yen untuk promosi. Mereka juga memanfaatkan pengalaman sang aktor untuk membantu menentukan bagaimana kung fu seharusnya terasa ketika diterjemahkan ke dalam sebuah game.
Semangat Film Kung Fu di Dalam Game
Hal paling menarik dari keterlibatan Donnie Yen mungkin justru ada pada filosofi di baliknya.
Phantom Blade Zero tampaknya tidak ingin membuat kamu sekadar merasa sedang memainkan karakter yang jago berpedang. Game ini ingin membuat kamu merasa seperti sedang memainkan protagonis dalam sebuah film wuxia—hanya saja kali ini kamu yang menentukan gerakannya.
Itulah kenapa combat-nya terlihat sangat cepat, dengan perpindahan posisi yang agresif, serangan berantai, counter, hingga finisher yang mengubah sudut kamera secara dramatis.
S-GAME bahkan sebelumnya menjelaskan bahwa mereka ingin menghadirkan pertarungan yang sangat cepat, dengan gerakan dan frekuensi serangan tinggi serta berbagai manuver sinematik yang membuat pemain merasa seperti berada di dalam film kung fu.
Lebih dari sekadar aktor terkenal, ia menjadi salah satu jembatan antara film kung fu Hong Kong dan game action modern.
Phantom Blade Zero Makin Punya Identitas
Setelah State of Play terbaru, rasanya semakin sulit melihat Phantom Blade Zero hanya sebagai game yang kebetulan memiliki combat ala Sekiro atau Soulslike.
Game ini memang punya elemen action RPG dan tingkat kesulitan yang mungkin mengingatkan kamu pada genre tersebut. Namun, semakin banyak gameplay yang diperlihatkan, semakin jelas bahwa S-GAME sedang mencoba membangun identitasnya sendiri.
Dan identitas itu adalah wuxia yang sangat sinematik, cepat, brutal, sekaligus penuh gaya.
Keterlibatan Donnie Yen membuat pendekatan tersebut terasa semakin meyakinkan. Ia membawa pengalaman puluhan tahun dalam seni bela diri dan film aksi untuk membantu memastikan bahwa ketika Soul mengayunkan pedangnya, gerakan tersebut tidak hanya terlihat keren di layar, tetapi juga memiliki rasa dan karakter bela diri yang jelas.
Phantom Blade Zero sendiri dijadwalkan meluncur pada 29 Oktober 2026 untuk PS5.






