Kalau mendengar nama Ryu Ga Gotoku Studio (RGG Studio), sebagian besar gamer mungkin langsung teringat pada Like a Dragon atau Yakuza. Namun, studio di balik salah satu franchise paling ikonik SEGA tersebut kini sedang menyiapkan sesuatu yang benar-benar baru.
Namanya STRANGER THAN HEAVEN, sebuah IP original yang pertama kali diperkenalkan sebagai Project Century di The Game Awards 2024. Setelah resmi diperkenalkan dengan nama tersebut pada 2025, kini RGG Studio mulai membuka lebih banyak informasi mengenai dunia, karakter, dan perjalanan hidup sang protagonis.
Yang menarik, game ini tidak mengambil pendekatan cerita seperti Like a Dragon. Stranger Than Heaven akan mengikuti kehidupan seorang pria bernama Makoto Daito selama kurang lebih 50 tahun, mulai dari 1915 hingga 1965.
Berikut adalah rangkuman dari info terbaru yang dirilis RGG studio jelang peluncuran game ini di awal tahun depan.
Perjalanan 50 Tahun Makoto Daito

Cerita dimulai pada 1915 di San Francisco. Makoto Daito merupakan pria keturunan Jepang dan Amerika yang mengalami diskriminasi di Amerika Serikat. Karena kondisi tersebut, ia memiliki keinginan kuat untuk pergi ke Jepang, yang dianggapnya sebagai tanah air lainnya.
Pada suatu malam, Daito menyusup ke sebuah kapal yang berangkat dari San Francisco. Kapal tersebut bukan kapal biasa, melainkan kapal yang bahkan tidak didekati polisi dan dikenal sebagai “kapal hantu”.
Di sinilah kehidupannya mulai berubah.
Di atas kapal tersebut, Daito bertemu dengan seorang kapten bernama Orpheus. Serta pemuda lain bernama Yu Mashiro. Yang ternyata memiliki latar belakang serupa dengannya. Pertemuan tersebut kemudian menjadi titik awal perjalanan panjang Daito.
Dari sinilah Stranger Than Heaven membawa pemain mengikuti kehidupan Daito melintasi berbagai periode sejarah Jepang.
Lima Kota, Lima Era
Salah satu konsep paling menarik dari game ini adalah struktur dunianya. Cerita tidak hanya berlangsung di satu lokasi dan satu periode waktu.
Daito akan menjalani kehidupannya melewati lima kota dan lima era berbeda, dengan rentang waktu 1915 hingga 1965.
Informasi terbaru dari SEGA juga memperlihatkan beberapa lokasi yang bisa dikunjungi pemain, termasuk Fukuoka/Kokura, Hiroshima/Kure, dan Osaka/Minami. Setiap kota bukan hanya menjadi latar cerita, tetapi juga menawarkan berbagai aktivitas serta elemen petualangan di luar pertarungan.
Konsep ini membuat Stranger Than Heaven terasa cukup berbeda dari formula Yakuza. Perubahan zaman juga tentunya membuka peluang bagi RGG Studio untuk memperlihatkan bagaimana Jepang berkembang dari awal abad ke-20 menuju periode pascaperang.
RGG Studio Mencoba Sistem Combat Baru
Perbedaan terbesar lainnya ada pada sistem pertarungan.
Alih-alih sekadar mengandalkan kombinasi tombol seperti game Yakuza klasik, Stranger Than Heaven menggunakan sistem yang membuat pemain mengontrol sisi kiri dan kanan tubuh karakter secara terpisah.
Tombol bumper digunakan untuk serangan ringan, sementara trigger digunakan untuk serangan berat. Pemain juga harus memperhatikan posisi musuh, melakukan block, dodge, hingga melakukan parry dengan timing yang tepat.
Sejumlah preview dari sesi hands-on bahkan menggambarkan sistem combat ini jauh lebih berat dan membutuhkan pendekatan yang lebih hati-hati dibandingkan pertarungan Like a Dragon.
Jadi, jangan berharap bisa asal spam tombol dan menghabisi satu kelompok musuh seperti Kiryu Kazuma. Stranger Than Heaven tampaknya memang ingin membuat setiap pukulan terasa lebih berbobot.
Dibintangi Banyak Nama Besar
RGG Studio juga membawa sejumlah nama besar ke dalam proyek ini.

Yu Shirota mengisi peran Makoto Daito, sementara Dean Fujioka, Snoop Dogg, Tori Kelly, Ado, Hiroshi Otsuka, hingga Fujihara Satoshi dari Official HIGE DANdism ikut terlibat dalam proyek ini.
Yang lebih mengejutkan, daftar pemerannya juga mencantumkan Tupac sebagai penampilan khusus. Nama mendiang rapper tersebut memang menjadi salah satu bagian paling tidak terduga dari proyek baru RGG Studio ini.

Dengan kombinasi cerita lintas lima dekade, karakter dengan latar belakang berbeda, sistem combat baru, serta pendekatan sinematik khas RGG Studio, Stranger Than Heaven terlihat seperti eksperimen besar bagi studio tersebut.
Stranger Than Heaven dijadwalkan meluncur pada 15 Januari 2027 untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, Xbox on PC, Xbox Cloud, PC melalui Steam, serta Xbox Game Pass.
Buat penggemar Yakuza atau Like a Dragon, game ini menarik bukan karena menawarkan seri baru dari franchise lama, tetapi justru karena RGG Studio berani meninggalkan zona nyamannya dan membangun dunia yang benar-benar baru.






